Bulan-bulan Awal, sebelum Kelulusan

23 Oct 2008

Akhirnya lulus juga!

Kalimat pendek diatas bukan berarti saya menunda-nunda kelulusan, melainkan karena upacara wisuda yang terlambat dari jadwal yang seharusnya. Normalnya, Februari 2008 saya sudah lulus dan wisuda bulan Maret/April. Namun berhubung fakultas bisnis yang satu tahun lebih lama dari saya mengikuti program akselerasi, mereka pun dijadwalkan untuk wisuda pada bulan Oktober ini. 2 kali wisuda dalam satu tahun. Emang dasar kampus pengen irit, digabunglah wisuda 2 angkatan pada tanggal 20 Oktober 2008 kemarin.

Dari Februari sampe Oktober itu terbilang 8 bulan. Selama 8 bulan nganggur? Ya sudah, sekalian aja cari kerja. Usut punya usut, ternyata ada job fair di bulan Februari tersebut berlokasi di gedung Tennis Indoor Senayan. Major saya akuntansi, tapi kali ini saya mencoba untuk menggeluti desain grafis. Yah, karena memang hobi, dan sudah 1 tahun punya kerjaan sambilan nge-desain sambil kuliah. Emang dasar ga niat, portfolio, amplop, dan segala jenis administrasi lainnya hanya bawa satu. Sialnya, ngga ada agensi media percetakan ataupun periklanan yang sedang membuka lowongan desainer grafis. Eh, ada stand detik.com. Nanya-nanya kebutuhan administrasi, kasak-kusuk minjem pulpen (dasar ga niat), dan mengumpulkan amplop berbalut cokelat dengan inisial GD untuk desainer grafis.

Eh, besoknya di telpon bu Mira. Terus di email, dan akhirnya wawancara. Pas wawancara, bareng sama cewe juga, namanya Desi. Wah, diliat dari portfolionya, tipe-tipe CMYK nih (print design). Beda dengan RGB freaks kaya saya. Yang ngewawancara mas Yunus, langsung tunjep poin tembak bikin situs tanpa tabel. Wah, untung aja aku sering edit FS dan Wordpress. CSS emang udah jadi makanan pokok pengganti nasi. Dan akhirnya besoknya pun langsung diminta buat psikotes.

Yah, bulan-bulan penuh dengan CSS pun berlalu. Banyak belajar dari pekerjaan, tapi emang paling enak begadang buat belajar sendiri. Bantu-bantuin orang buat bikin situs, sekaligus projek sampingan yang notabene lebih banyak sukarelanya daripada duitnya. Hehehe… emang aku ini orang yg senang banget belajar sesuatu yang baru. Dunia desain grafis memang ngga pernah berjalan ditempat. Selalu ada sesuatu yang baru seiring dengan bertumbuhpesatnya teknologi komputer. Desain grafis ga ada matinya deh… yang ada adalah mati-matian mengejar ketinggalan. Seandainya saja manusia nggak butuh makan dan tidur, waktu yang didapatkan pun belum tentu bisa untuk mengejar ketinggalan tersebut.

Sekarang sudah jadi sarjana ekonomi. Mau pindah lagi ke akuntansi, atau tetap pada jalur desain? I have no idea.

[gallery=4]


TAGS hidup detik


-

Author

Follow Me