100+ Theme - Blogdetik.com - Bagian Ketiga

23 Feb 2008

Theme banyak, tapi ga bisa edit?Jika kita membeli rumah di sebuah kompleks perumahan, maka penampilan halaman depan dan struktur bangunannya hampir sejenis antara rumah satu dengan lainnya. Apabila si pemilik memiliki biaya yang cukup untuk melakukan renovasi, kebanyakan akan mempercepat perombakan tampilan dari rumah mereka. Selain untuk mempermudah tamu untuk menemukan alamat mereka, faktor terpenting adalah sebagai identitas sang pemilik rumah. “Rumah gue yang paling pink di jalan itu, lo pasti ga bakal tersesat”, seperti itu misalnya. Sama halnya dengan sebuah Blog, tampilan depan/awal yang diberikan oleh rumah (host) blog selalu sama. Seperti saya misalnya, begitu saya mendaftar blog ini, hal-hal pertama yang saya lakukan adalah:

  • Menuju ke menu Tampilan untuk mengganti Theme (layout/tampilan/tema) Blog
  • Mengedit/menghapus postingan konyol dari Wordpress dengan tajuk Halo Dunia! (Hello World!)
  • Menghapus/Mengedit Blogroll dan mengisinya dengan link-link blog teman, keluarga, dan blog-blog favorit (berhubung blog ini hanya penguji semata, saya terlalu malas untuk mengupdate Blogroll)

Wordpress MU (multi-user) biasanya menawarkan 60 theme, namun kabar gembira untuk pengguna Blogdetik, ada lebih dari 100 theme yang bebas dari bug (sebagian besar, saya sendiri baru mengecek 5 buah) dan siap untuk ditampilkan. Dengan begini, setiap blogger bebas bereksplorasi dengan theme-theme tersebut. Ada theme yang sudah memiliki kaedah web 2.0 (tulisan besar, mudah dibaca, navigasi jernih, dan merupakan terobosan baru tampilan situs masa kini), ada yang khusus menggunakan warna-warna menarik, dan ada pula theme yang tak ingin dilirik (selera orang kan berbeda :P ).

Walapun tampilan memukau, para blogger Blogdetik juga mesti hati-hati karena tidak semua theme mendukung fitur widget (yaitu aplikasi tambahan yang bisa dipasang dan diatur dengan sesuka hati, aplikasi ini selalu terletak di Sidebar alias kolom kecil di samping isi blog). Sungguh sangat disayangkan apabila sebuah theme tidak mendukung widget, kita tidak bisa mengatur aplikasi apa yang ingin dan tak ingin ditampilkan.

Beberapa theme menawarkan fitur untuk mengganti banner (gambar yg biasanya terletak di atas website, umumnya berisikan nama website dan menu-menu website). Namun kebanyakan theme tidak memberikan fitur tersebut. Sehingga, bagi beberapa blogger veteran, apa gunanya theme bagus kalau kita tidak bisa mengedit tampilannya sendiri. Saat ini Blogdetik tidak mengaktifkan fitur tersebut, dan tidak akan ada rencana untuk mengaktifkannya untuk masa depan. Karena apabila fitur ini diaktifkan, maka keamanan dari server akan sangat terancam!

100+ theme terlihat menggiurkan, tetapi apakah theme-theme tersebut benar-benar cukup berharga?

Berikut ini adalah pro dan kontra mengenai theme:

+ Menghemat waktu untuk mengganti tampilan
+ Tidak cepat bosan karena pilihan sangat banyak
+ Bisa mendapatkan desain theme memukau tanpa harus mengerti cara membuatnya
- Pengguna Blogdetik akan mencapai ribuan. Pada intinya setiap orang akan memakai theme yang anda pilih, yang membedakan hanyalah isi blog anda
- Anda tidak bisa bebas mengatur gambar, layout, dan logo yang ingin anda tampilkan (identitas anda sebagai blogger berkurang)
- Jika anda seorang pembuat web, tentunya anda tak ingin ada nama orang lain (pembuat theme) berada di situs anda

Tentunya anda yang menggunakan blog sebagai wadah curhat, buku harian online, atau hanya untuk menampilkan hal-hal yang anda sukai, tidak akan menggubris hal-hal kontra yang saya berikan di atas. Toh, ngeblog itu menyenangkan!

“Untuk apa saya dikhawatirkan dengan hal-hal yang saya tidak mengerti dan rumit tersebut. Masa bodoh dengan theme, yang penting saya punya blog.”

Anda bisa berpikiran seperti itu sekarang! Tetapi di saat anda mulai berpikiran seperti berikut ini:

“Foto gw kayaknya cocok ditaruh di pojok kanan blog”
“Kok warnanya kurang sreg, yah? Tapi gw suka theme ini!”
“Ih! Ogah! Gw ga mau blog gw disetarakan dengan blog dia!”

Keinginan anda untuk membuat theme personal (theme yg gw banget, dan unik) akan menggebu-gebu dan mulai bertanya-tanya kepada orang-orang tentang bagaimana mendesain sebuah blog. :) Saya sendiri saat ini menyimpan lebih dari 300 theme untuk Wordpress, semuanya free (gratis), namun tentu saja jika ingin menggunakannya kita harus menghargai pembuatnya dengan tidak menghapus nama mereka di theme tersebut :P . Yah, sebenarnya saya sendiri tidak begitu perlu theme-theme tersebut, hanya saja, kalau ingin membuat theme Wordpress, saya bisa mencari inspirasi dari theme-theme tersebut.


TAGS blogdetik theme wordpress


-

Author

Follow Me